Home   //   Berita   //   “Satunya Kata dan Perbuatan”, Kontemplasi HM Soerya Respationo

“Satunya Kata dan Perbuatan”, Kontemplasi HM Soerya Respationo

Ansarahmad.co – Di tengah segudang aktifitasnya, HM Soerya Respationo menyempatkan untuk menulis buku berdasarkan kontlempasi yang selalu dilakukannya. Salah satunya adalah buku yang diberi judul “Satunya Kata dan Perbuatan”. Buku ini jika diibaratkan ‘buah manggis’. Karena apa? Buku ini merujuk pada sosok seorang Soerya Respationo. Bagaimana Soerya? Ya, antara yang ada dalam hatinya, apa yang diucapkannya, serta yang dilakukannya, selalu sejalan.
Membaca buku “Satunya Kata dan Perbuatan” Wakil Gubernur Kepri ini, kita diajak dan diberitahu tentang sosok mantan ketua DPRD Kota Batam ini. Soerya pada setiap bab dalam buku setebal xix+214 halaman ini menekankan, jika seluruh pikiran, tindak tanduk, ucapan, dan aktifitas lainnya, harus sama kata dan perbuatan. Jika kita mengupas buah manggis, berapa jumlah ruas yang ada di bagian bawah buah tersebut, maka isinya yang putih juga sebanyak itu. Jadi, antara yang diluar dengan yang di dalam harus sama. Apa yang ada dalam hati, pikiran, harus sama dengan perbuatan yang dilakukan. Itulah pesan yang disampaikan Soerya lewat buku yang disunting Mochamad Rian Jatnika, M.Si ini.

Membaca buku dengan cover Soerya yang tengah memainkan salah satu tokoh wayang ini, kita diajak untuk berpikir dan berkontemplasi. Kenapa? Setiap kalimat, paragraf, dan masing-masing bab berisikan kalimat-kalimat yang mempunyai makna cukup luas.

Ada lima “bab” dalam buku yang cetakan pertama yang diterbitkan pada Agustus 2013 ini. Ketika membaca “bab” pertama, kita diajak menyelami perenungan yang selalu dilakukan oleh seorang Soerya Respationo. Apa arti kejujuran. Bagaimana kejujuran dalam sudut pandang sosial dan agama, serta bagaimana meningkatkan kualitas diri.

Lalu pada “bab” kedua, Soerya memaparkan arti seorang wanita. Apa makna “wanita dari tulang rusuk pria”, kasih sayang, serta apa arti kasih seorang ibu. Pada “bab” III mengupas kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam “bab” ini, ada enam bagian kupasan yang cukup mendalam dan penuh perenungan total. Secara umum, pada “bab” ini Soerya memaparkan utuh tentang sosial masyarakat, mengubah kehidupan, agama dan masyarakat, membantu mereka yang kurang beruntung, serta guru untuk masa depan bangsa.

Sementara pada “bab” IV mengupas tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Membaca bab ini, pikiran kita langsung terbayang dengan kondisi bangsa dan negara kita saat ini. Dengan lugas, Ketua DPW PDIP Kepri ini mengulas tentang soal wawasan kebangsaan, negara hukum, kesadaran tentang NKRI, membangun negeri dengan falsalah gotong royong, agama dan pilar-pilar kebangsaan.

Lalu pada “bab” V atau bagian terakhir Soerya memaparkan tentang masa depan dan menciptakan masa depan, pikiran pendiri bangsa (Soekarno), kebebasan memilih jalan, dan Sangkan Paraning Dumadi.

Yang paling menarik, buah pikiran dan kontemplasi seorang Soerya dalam buku ini diiringi dengan berbagai sudut pandang para tokoh dunia, baik seniman, politikus, negarawan, hingga AlQur’an dan Hadist. Semua dipaparkan dalam bahasa yang lugas, sederhana, gampang dipahami, dan penuh arti.

Soerya Respationo dalam setiap kesempatan berbincang dengan “orang-orang dekat” selalu mengungkapkan, kita tidak mungkin seperti ini terus.

“Meski ada peningkatan kualitas hidup. Setiap pengalaman yang kita lalui, jadikan guru terbaik. Kita tidak boleh jatuh dalam lubang yang sama. Ketika kita telah mencapai tahap perenungan yang utuh, kita harus bisa menyelaraskan antara kata dan perbuatan.” Buku ini sarat pesan dan perenungan.

Sumber : sah-untukkeprihebat.bloger

Facebook

Youtube

Bersama Membangun