Home   //   Berita   //   Perjalanan Spiritual Haji, Membuat Ansar Tidak Menjadi Penguasa Otoriter

Perjalanan Spiritual Haji, Membuat Ansar Tidak Menjadi Penguasa Otoriter

Ansarahmad.co- Haji Ansar Ahmad adalah nama dan gelar haji yang melekat pada diri hamba Allah, pemimpin Bintan, pemimpin keluarga dan abdi rakyat Kepulauan Riau.

Sebuah nama mencitrakan figur yang religius dan refleksi dari tokoh yang amanah, bermoral lagi spiritual. Niat Ansar untuk melaksanakan ibadah haji tentunya sudah lama tersimpan di lubuh hatinya.

Ketika masih kanak-kanak dan duduk di bangku sekolah dasar, cita-cita naik haji itu hampir sejalan dengan niatnya untuk juga menaikkan ibunda tercinta berhaji ke Tanah Suci.

Sebagai pemimpin dan tokoh masyarakat Bintan, ibadah haji memenuhi panggilan Sang Pencipta itu banyak memberikan pelajaran keimanan dan pengalaman spiritual yang memberi pencerahan bagi dirinya. Dia juga memaknai bahwa jabatan bupati atau pemimpin masyarakat adalah pinjaman atau titipan dari Yang Maha Kuasa.

Dalam perjalanan spiritual haji, dia merasakan betapa kekuasaan titipan Allah itu tidak membuatnya menjadi penguasa otoriter, jauh dari niat memanfaatkannya hanya bagi kepentingan diri pribadi, keluarga atau teman- teman dekat saja.

Dengan ibadah haji, Ansar merasakan kebersamaan yang kental. Setiap propesi ibadah memperlihatkan dan mengingatkan pandangan yang sama kepada sesama manusia. Pemimpin, buruh, pegawai, petani, supir atau siapa saja, ketika di tengah prosesi haji itu menjadi sama. Di depan Ka’bah, semua akan tertunduk dan sama di hadapanNya.

Sumber : SAH untuk KEPRI.bloger

Facebook

Youtube

Bersama Membangun